Menkeu: Rapor Saya Biru
JAKARTA, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, kinerjanya di 100 hari pertama pemerintahan SBY-Boediono mendapatkan rapor biru.
"Rapor saya biru lo, nilainya 75," kata Sri Mulyani saat mengisi diskusi "100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono Bidang Ekonomi", di Jakarta, Sabtu (30/1/2010).
Pernyataan itu dilontarkan Sri Mulyani ketika disindir moderator bahwa kinerja Kementerian Keuangan mendapatkan penilaian yang tidak cukup baik dan akhirnya mengantongi angka merah.
Dalam diskusi itu, wanita yang akrab disapa Mbak Ani itu memaparkan capaian yang sudah dilakukan Kementerian Keuangan dalam 100 hari pertama. "Kami berhasil mengubah pelayanan di empat pelabuhan, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tepatnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makassar," kata Ani.
Selain itu, sistem national single window yang memangkas panjangnya jalur birokrasi juga diklaimnya mendapatkan apresiasi dari para importir. "Testimoni importir ini jujur lo karena kami tidak kasih bayaran buat ngomong bagus. Katanya, sekarang proses menjadi lebih cepat," lanjutnya.
Program 100 hari yang dicanangkan pemerintah, menurut Ani, menjadi pintu gerbang untuk kerja panjang selama 5 tahun mendatang.
Sumber http://www.kompas.com
Related News
- 01 Februari 2010 14:01:32 Amandemen MoU Program Pemagangan ke Jepang Disahkan
JAKARTA, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI dan IMM Japan hari ini, Senin (1/2/2010) mengesahkan amandemen nota kesepahaman penyelenggaraan program pemagangan ke Jepang, di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta. Penandatanganan amandemen nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Presiden Direktur IMM Japan Kyoe Yanagisawa.
- 21 Desember 2009 00:40:46 Pasar Keuangan dan Gaduhnya Politik
Dua pekan lalu, pasar keuangan internasional terkejut dengan permohonan penundaan pembayaran utang oleh Dubai World. Penundaan pembayaran utang sebesar 59 miliar dollar AS itu dapat memengaruhi kepercayaan kreditor kepada negara berkembang. Pasar keuangan di sejumlah negara sempat jatuh.
Syukurlah, pasar bangkit kembali setelah Pemerintah Abu Dhabi, tetangga Dubai, mengatakan siap membantu likuiditas perbankan akibat krisis Dubai World. Pemerintah Dubai lantas menyatakan, yang direstrukturisasi jadwal pembayaran utangnya hanya 26 miliar dollar AS sehingga pasar keuangan menjadi lebih lega. - 14 November 2009 11:46:04 Jembatan Selat Sunda dan 208 Feri
Dibutuhkan Rp 117 triliun untuk membangun Jembatan Selat Sunda, penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Benarkah kita memerlukan jembatan itu? Karena dana Rp 117 triliun itu cukup untuk membeli 208 kapal feri baru, yang setiap unit berbobot mati 4.000 ton dan mampu mengangkut ribuan orang.
Seandainya pembelian 208 kapal feri itu bukan mimpi, tentu bangsa ini tak terengah-engah melayani 200 lintas antarpulau. Apalagi, setelah 64 tahun merdeka, jumlah feri di Indonesia baru 210 unit. Minimnya jumlah feri sangat mengenaskan. Sebab, tiada negara lain di dunia yang memiliki ribuan pulau dalam bentang seluas Indonesia. Jarak dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Papua) sebanding jarak San Francisco di pantai barat hingga Miami di pantai timur AS. - 14 November 2009 11:44:48 Jembatan Selat Sunda Belum Mendesak
Pembangunan Jembatan Selat Sunda melahirkan pro-kontra. Di satu sisi, ada yang menghendaki agar dana Rp 117 triliun untuk pembangunan jembatan itu dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur lain yang mendesak. Di sisi lain, pembangunan jembatan itu akan memperlancar arus barang Jawa-Sumatera.
Ahli transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Kamis (19/11) di Semarang, menyatakan, dana untuk pembangunan jembatan itu sebaiknya untuk membangun infrastruktur yang lebih mendesak.



